Senin, 15 September 2014

Mengoperasikan Software Video Editing - After Effect

Mengoperasikan Software Video Editing - After Effect

Mengenal After Effect

Dengan matte painting, kita dapat membuat berbagai macam effect tanpa harus membahayakan seluruh crew dan artis. Perkembangan ini menyebabkan kita tidak perlu mencari tempat-tempat yang baik untuk film, kita tinggal membuat gambar yang cocok, lalu background pun tinggal diganti. Ini juga memungkinkan kita untuk shooting dalam satu studio saja. Tinggal memakai greenscreen, lalu dengan After Effect, greenscreen tersebut diganti backgroundnya menjadi gambar, gambar matte painting dibuat, dan diolah sedemikian rupa sehingga jadilah film tersebut. That?s easy.


Intinya After Effect digunakan untuk menambahkan efek-efek visual dan juga membantu anda dalam hal desain layout yang teranimasi pada projek video anda.
Tata Letak

Mengenal After Effect web desain grafis
layout after effect

Kita mulai pembahasan dari atas tampilan software ini. Disana terdapat beberapa menu. Lalu dibagian bawahnya terdapat Toolbar yang terdiri dari banyak icon yang merupakan tool operasional program.
Lalu bagian kiri terdapat sejenis library dan juga tampilan thumbnail dari elemen yang ada bila di seleksi.
Dibagian kanan terdapat pallete-pallete seperti Character, paragraph, info dan lain-lain.
Dibagian bawah terdapat sejenis detail effecttimeline, dan akan bertambah jendela bagian ini dalam bentuk tabs. Contohnya saat kita mengklik menu Composition > Add to Render Queue. Maka tampilan bawah ini berubah menjadi jendela tersebut.
Penggunaan
Penggunaan After ini secara prosedur mungkin agak membingungkan. Namun tentu ada alasan mengapa agak rumit seperti demikian. Prosedurnya yaitu saat anda membuka program ini, anda tidak menemukan apa-apa. Anda diharuskan untuk membuat komposisi baru dengan cara mengklik menu Composition > New Composition (ctrl+n). Isikan opsi-opsi yang ada dalam jendela yang keluar seperti nama komposisi, width dan height video, Pixel RatioFrame rate, kualitas resolusi saat pengeditan, dan juga durasi.
Lalu import footage (video dasar) yang anda punya kedalam library, termasuk juga gambar-gambar atau file audio yang anda punya. Caranya dengan mengklik menu file > import > file (ctrl+i).
Lalu tinggal menyeret elemen-elemen apa saja yang ada di library tadi kedalam timeline, memberi efek, menambahkan mask, memanipulasi gambar, dan sebagainya. Intinya proses pembuatan efek dilakukan.
Saat efek atau projek sudah selesai. Tahap akhirnya yaitu merender projek tersebut. Render adalah proses untuk menyatukan file projek kita, menjadi file yang berformat openable, yakni berformat yang mudah dibuka seperti avi, wmf, gif dan sebagainya.
Percobaan Sederhana
Sekarang mari kita coba untuk membuat sesuatu di After Effect. Contoh sederhana saja ya, kita akan membuat sebuah gambar teks yang memiliki efek seperti sedang ditulis -writing- seperti terlihat di url ini. (silakan klik)
Baik langsung saja langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Pembuatan
Langkah ke 1:
Setelah software terbuka, maka pilih menu composition > new composition. Atau bisa diakses cepat dengan shortcut ctrl + N.
Langkah ke 2:
Pada composisiton name, isikan nama yang anda inginkan; Pada preset, isikan ukuran video anda; Pada kotak Duration isikan durasi video anda. Bila bingung, sama kan saja dengan penulis. Klik saja ok.
Langkah ke 3:
Gunakan Tool Horizontal Type Tool lalu ketikkan sesuatu di bagian composition. Ganti jenis teks anda menjadi lebih catchy layaknya desain grafiti. Saya menggunakan font URBAN HOOK-UPZ; Ubahlah warnanya.

Mengenal After Effect web desain grafis
texting_in_ae

Langkah ke 4:
Lalu pilihah Pen Tool dan telusurilah teks anda dimulai dari bagian kiri bawah seperti gambar dibawah ini:

Mengenal After Effect web desain grafis
tracking text ae

Langkah ke 5:
Jika sudah, berilah efek stroke. Pilih Effect > Generate > Stroke. Perbesarlah ukuran stroke sehingga menutupi teks kita.

Mengenal After Effect web desain grafis
stroking image

Langkah ke 6:
Ubahlah Paint Style menjadi Reveal Original Image.

Mengenal After Effect web desain grafis
revealing stroke

Langkah ke 7:
Pastikan slider berada pada awal frame seperti ini.

Mengenal After Effect web desain grafis
slider

Langkah ke 8:
Tampilkan Effect Stroke pada Source name dengan cara mengklik tombol segitiga sampai terlihat efek Stroke itu.

Mengenal After Effect web desain grafis
start

Langkah ke 9:
Pada bagian Start, kliklah stopwatch. Ganti nilainya menjadi 100%.

Mengenal After Effect web desain grafis
keying

Langkah ke 10:
Geser Slider menuju pada detik ke 2, klik keyframe dan ganti nilainya menjadi 0%.

Mengenal After Effect web desain grafis
keying 2

Langkah ke 11:
Selesai.
Render
Sekarang waktunya merender, yaitu menjadikan file project kita menjadi file openable -dengan program lain- seperti format avi dan gif. Kita akan mencoba merender file yang baru kita buat tadi yaitu sebagai berikut:
Langkah ke 1:
Pilih menu Composition > Add to Render Queue.
Langkah ke 2:
Maka akan terlihat jendela Current Render pada bagian bawah. Klik Best Settings pada Render Settings. Pilih pilihan yang anda inginkan. Langsung saja pilih ok.
Langkah ke 3:
Pilih Loseless pada bagian Output Module. Lalu ubah opsi-opsi yang anda inginkan. Pada contoh ini kita menginginkan outputnya adalah format gif. Ganti format menjadi animated gif. Lalu klik Ok.

Mengenal After Effect web desain grafis
lossless

Langkah ke 4:
Pada bagian Output To: Tentukan direktori untuk file tersebut.
Langkah ke 5: Lalu klik tombol Render.

Menyunting Video

Menyunting Video

Kunci utama dalam mengedit video disini bisa berupa hardware maupun softwarenya. Jika Anda dapat menghubungkan kamera atau camcorder anda ke PC, ini akan mempermudah proses editing video. Jika tidak Anda memerlukan cara untuk mentransfer video ke sebuah penyimpanan dan mentransfernya ke komputer Anda.
1. Simpan Rekaman Video ke Komputer
Hubungan kamera Anda ke komputer dan transfer rekaman video ke hard drive Anda.  Saat ini sudah ada banyak sekali konektivitas dan format untuk melakukan hal ini, seperti USB Port.

2. Lihat Rekaman
Setelah file rekaman masuk ke komputer, lihat seluruh rekaman video tersebut. Catat klip – klip mana saja yang akan dipilih. Dari log rekaman ini, Anda bisa mengumpulkan potongan – potongan yang masih kasar.

3. Buka Editing Software
Buka editing software yang telah terinstal di komputer Anda dan buat sebuah project baru. Sekali lagi, ini tergantung dari rekaman Anda, Anda mungkin mempunyai beberapa pilihan, tetapi video digital dengan kualitas standar kualitasnya paling tidak 640 x 480 piksel atau 720 x 480 piksel pada 29,97 fps. Pengaturan ini dikenal dengan NTSC standar dan terutama digunakan di Amerika Utara pada non-HD system.

4. Pelajari Sofware Editing yang Digunakan
Ada tiga area yang harus Anda pelajari yaitu timeline, preview window, dan library atau collection window.

5. Mulai Potong Video
Setelah Anda mempelajari ketiga hal tersebut, ini tidak terlalu sulit untuk melakukan editing dasar. Gunakan fungsi import pada software (mungkin dengan klik File > Import atau dengan perintah yang hampir sama) untuk membuka video dari hard drive ke project editing Anda. Setelah itu, drag sebuah video ke timeline atau sequencer.

6. Sekarang saatnya memulai timeline editing untuk memisahkannya dari sequencer view. Ketika Anda mengedrag video ke timeline, ini akan muncul pada video track dengan suara dibawahnya. Anda dapat menggunakan tools yang anda untuk membagi video ke dalam berbagai segmen.

7. Pindahkan Urutan Sesuai Dengan Keinginan
Pada tahap ini, Anda dapat memindahkan urutan potongan – potongan video tersebut dan letakkan potongan tersebut pada sebuah urutan. Ini merupakan proses non linear video editing. Setelah klip – klip video terpisah – pisah, Anda dapat mengklik dan men-drag mereka sesuai dengan keinginan.

8. Pada dasarnya sequencer atau storyboard mengambil klip yang Anda miliki dan memainkannya satu per satu secara berurutan. Anda dapat mengisi kotak – kota storyboard dengan setiap klip yang akan dimasukkan.

9. Mainkan Timeline atau Sequencer yang telah diatur sebelumnya dan Anda akan melihat video yang Anda lihat di preview window.

10. Belajar untuk lebih familiar dan bermain – main lebih jauh. Dengan pengetahuan dasar tentang cara kerja NLE, paling tidak Anda sudah bisa memotong video dan mengorganisir video sesuai dengan keinginan Anda. Tetapi ini sebenarnya masih sangat awal dalam video editing program. 

11. Anda dapat membuat video klip dan menambahkan berbagai efek lain dari softaware editing yang Anda gunakan. Setiap software memiliki fitur masing – masing.

12. Setelah Anda bisa dasar – dasar NLE, sebaiknya segera eksplorasi pengetahuan Anda ini untuk mulai mengedit video dan mulai bereksperimen untuk kemampuan editing yang lebih baik.


(Source : http://indahpules.blogspot.com/2013/11/menyunting-video.html)

Menjelaskan Prosedur Pengoperasian Video Editor

Menjelaskan Prosedur Pengoperasian Video Editor

Video/Film adalah rangkaian banyak frame gambar yang diputar dengan
cepat. Masing-masing frame merupakan rekaman dari tahapan-tahapan dari
suatu gerakan. Kita sebagai manusia tidak dapat menakap jeda antar frame yang diputar dengan kecepatan tinggi, rata-rata di atas 20 frame per detik. Standar kecepatan perputaran frame ini kita mengenal beberapa standar broadcast.

Video Analog dan Video Digital

Video Analog, Gambar dan Audio direkam dalam bentuk sinyal Magnetik pada pita magnetik.

Video Digital, juga serupa dengan Video analog, gambar dan sura digital direkam dalam pita magnetic, tetapi menggunakan sinyal digital berupa kombinasi angka 0 dan 1.
Format Data Video

Video Analog : VHS, S-VHS, Beta, Hi-8

Video Digital : Digital 8, AVI, Mov, MPEG1 (VCD), MPEG2(DVD) DV, MPEG4 dan lainya.



Perbedaan data format tersebut ditentukan oleh ukuran rekaman gambar atau resolusi, dan data ratenya.

Contoh :

MPEG1 memiliki resolusi 352 x 288 pixel, dengan data rate/bitratenya 1,15

Mbps, digunakan untuk VCD, sama dengan VHS pada Video Analog MPEG2

memiliki resolusi 720 x 576 pixel dan bitratenya 9,8 Mbps, digunakan untuk

DVD, sama dengan S-VHS pada Video Analog MPEG4 digunakan untuk video

streaming.

Video Digital, tidak adanya penurunan kualitas gambar dan audio dalam

proses reproduksi (selama tidak dilakukan kompresi), selain itu lebih mudah

dalam editingnya dengan system non-linear, tetapi apabila ada kerusakan

sebagian data (kombinasi sinyal 0 dan 1) maka akan rusak keseluruhan,

berarti kita tidak dapat menggunakan data tersebut.

Teknik Video Editing

Teknik Linear dan Non-Linear
Teknik Linear dilakukan dengan memotong-motong bahan video yang diberi istilah klip dan disusun dengan menggunakan video player dan perekam (VCRVideo Cassete Recorder), bias juga menggunakan dua player bila kita ingin memasukan effect.

Teknik Non-Linear, serupa dengan linear kita memotong-motong klip dalam editing, tetapi jauh lebih muda karena tinggal drag and drop tanpa kerja dari nol, begitu juga untuk memasukan effect, kita tinggal drag and drop dengan effect yang sudah tersedia. Bahkan kita dapat mengatur dengan mudah durasi dari effect yang kita pakai.


Peralatan Kerja
1. PC sekelas P4 atau AMD Athlon, sebaiknya menggunakan teknologi Hyper Trading.
2. Capture Video Card dan Port, Contoh : Pinacle, Port Fire Wire IEEE 1394, USB2, digunakan untuk proses transfer dari camcoder ke PC.
3. Kabel Firewire atau USB
4. Harddisk, untuk pengolahan Video Intensif lebih baik menggunakan SCSI Harddisk, sedangkan untuk yang standar gunakan saja HDD serial ATA, Putaran HDD minimal 7200 rpm.
5. Sound Card
6. VGA card
7. CD-ROM dan CD-RW/DVD-RW

Alat dan Bahan

Personal Compter (PC) dengan standar sebagaimana di syaratkan diatas.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.

2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.

3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terhubung dengan benar.

4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan sebagainya).

5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati, jangan bermain game.

6) Setelah selesai, matikan komputer sesuai prosedur yang aman!

Langkah Kerja

1) Siapkanlah semua peralatan yang akan digunakan!

2) Periksa semua kabel penghubung pada PC.

3) Nyalakan PC dan jalankan program video editing

4) Kerjakan Tugas dan Tes Formatif di atas.

5) Apabila menemui kesulitan dalam memahami materi yang ada, segera tanyakan denga instruktur.

6) Setelah selesai, matikan komputer dan rapikan seperti semula.



(Source : 
http://sekardevianti.blogspot.com/2013/11/menjelaskan-prosedur-pengoperasian.html)